Read To Rise: Inisiasi Pengembangan Literasi Dasar Berbasis Kemitraan di Surabaya

Ditulis oleh Amalia Prasetiya Wijayanti, Trirahayu Pujihastuti, Mutiara Amaly Ramadhani, Febyanti Ravita Dewi, Prabu Cakra Ningrat, Christ Defendio Yosafat H

Surabaya, 15 November 2025 – Literasi dasar merupakan pondasi penting untuk pembangunan individu maupun masyarakat, kemampuan dalam membaca, menulis, dan memahami informasi tidak hanya mempengaruhi akademik saja. Namun, juga menentukan kualitas seseorang dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Di era informasi seperti saat ini, literasi tidak lagi sekedar kemampuan teknis, melainkan tentang keterampilan utama dalam memilah, menilai, dan menggunakan informasi secara kritis. Tanpa literasi dasar yang kuat, masyarakat rentan terhadap kesenjangan informasi dan keterbatasan akses terhadap peluang sosial. Maka dari itu, penguatan pada literasi dasar menjadi hal yang penting dalam menciptakan individu dan masyarakat yang inklusif (Permanasari, 2023).


Kegiatan project Sustainable Development ini berjudul “Read To Rise: Inisiasi Pengembangan Literasi Dasar Berbasis Kemitraan di Surabaya” kegiatan tersebut, dilaksanakan secara luring di Panti Asuhan Assalafiyah dan diikuti sekitar 16 peserta dengan laki-laki sejumlah 7 peserta dan perempuan 9 peserta anak remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan ini menggandeng sebuah komunitas yaitu komunitas Kumpul Dongeng Surabaya, dengan menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Aktivitas ini mendorong peningkatan kemampuan membaca, membangun empati, rasa percaya diri, dan pemikiran yang kritis pada anak-anak di panti asuhan. Melalui project Read to Rise, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga mengembangkan imajinasi dan kemampuan memahami nilai-nilai moral. Selain sesi mendongeng, anak-anak remaja di panti asuhan Assalafiyah juga diajak berdiskusi melalui metode Forum Group Discussion (FGD) mengenai pesan cerita dari dongeng dan mengungkapkan isi hati. 

Kegiatan mendongeng ini memiliki keterkaitan dengan Suistainable Development Goals, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan literasi. Melalui pendekatan berbasis cerita, anak-anak tidak hanya memperoleh hiburan tetapi juga mendapatkan pembelajaran bermakna yang mendorong kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menumbuhkan minat terhadap kegiatan membaca. Pembelajaran yang dikemas secara interaktif menciptakan suasana inklusif dan mendorong anak untuk aktif berdialog, bertanya, serta mengekspresikan pendapat. Selain memperkuat literasi dasar, kegiatan ini turut mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak melalui interaksi, diskusi, serta refleksi terhadap pesan moral dalam cerita. Melalui metode literasi berbasis dongeng, anak-anak didorong untuk membangun imajinasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Berangkatnya inisiasi daripada kegiatan ini, memberikan analisis yang harapannya selain berkembangnya indikator SDGs yakni literasi, perlu untuk menambahkan pemanfaatan sosial media juga sebagai saluran penyebaran informasi pada khalayak, melihat era yang semakin modern ini maka selain menginisiasi gerakan, tidak kalah lupa untuk menyadarkan masyarakat lain tentang pentingnya meningkatkan SDGs dengan instrumen digital. pemanfaatan ini berupa cuplikan rekaman video saat acara berlangsung yang dibagi beberapa segmen, seperti sesi pembuka, sesi acara dengan mitra, sesi FGD dan bersuka ria, sampai dengan sesi penutup. Instrumen ini bermanfaat menyadarkan masyarakat yang tidak harus dengan awalnya menunggu pemerintah yang menginisiasi untuk meningkatkan SDGs, melainkan dimulai dengan kesadaran atau niat masing-masing individu.

Referensi

Permanasari, D. (2023, April 14). Pentingnya Literasi Dasar dalam Dunia Pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *