THE GLOBAL VALUE CHAIN RESEARCH COLLABORATIVE FOR SMALL MEDIUM ENTERPRISES IN ASEAN (GLOSME)

Profil


Berada di bawah naungan klaster Ekonomi Politik Internasional Hubungan Internasional, kelompok riset ini berfokus pada penguatan integrasi UMKM dalam Global Value Chain (GVC). Berangkat dari penggabungan kepakaran anggota tim di bidang Perdagangan Internasional dan Rantai Nilai Global (Global Value Chain), kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri. Fokus utamanya adalah meningkatkan nilai tambah industri lokal (UMKM) agar mampu berintegrasi dalam rantai produksi global. Misi kami adalah menciptakan ekosistem industri yang inklusif agar UMKM lokal dapat bersaing di pasar produksi global.

Global Value Chain merupakan alat analisa yang dikembangkan terutama oleh Gereffi, Humphrey, dan Sturgeon (2005) dalam kajian ekonomi politik dan pembangunan. Global Value Chain juga sering digunakan Kementerian Perdagangan untuk mendesain kebijakan industri nasional yang berorientasi global. Kerangka analisis Global Value Chain dapat digunakan untuk memahami bagaimana proses produksi barang dan jasa terfragmentasi secara global serta bagaimana nilai tambah (value added) dan kekuasaan (power) didistribusikan di antara aktor-aktor yang terlibat.

Kelompok riset ini diproyeksikan sebagai wadah bagi para peneliti dengan fokus kajian serupa untuk berkontribusi secara nyata pada kebijakan strategis pemerintah melalui rekomendasi berbasis riset (evidence-based policy). Lebih dari sekadar menempatkan UMKM sebagai objek penelitian pasif, kelompok ini memosisikan UMKM sebagai co-producer of knowledge. Dengan pendekatan kolaborasi pentahelix, kelompok riset ini berupaya mengintegrasikan ko-produksi pengetahuan, kebijakan, dan inovasi sebagai satu kesatuan ekosistem.

Visi

Menjadi pusat riset unggulan yang menginisiasi transformasi kebijakan strategis untuk
memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM Indonesia, guna mewujudkan integrasi yang berkelanjutan dalam rantai nilai dan produksi global.

Misi

  1. Riset Transformatif: Melakukan kajian mendalam di bidang perdagangan internasional dan strategi upgrading guna membuka peluang partisipasi UMKM
    dalam rantai nilai global (Global Value Chains).
  2. Pemberdayaan & Konsultasi: Berperan sebagai pusat konsultasi strategis bagi UMKM untuk mengakselerasi kesiapan ekspor-impor serta memfasilitasi akses ke jaringan produksi global.
  3. Mitra Strategis Kebijakan: Menjadi mitra terpercaya bagi pemerintah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data dan riset (evidence-based policy).

Tujuan

  1. Memetakan dan menganalisis posisi UMKM Indonesia dalam struktur ekonomi global guna menentukan peran serta potensi kontribusinya dalam rantai pasok internasional.
  2. Menilai dampak kebijakan perdagangan dan industri terhadap ketimpangan serta dinamika relasi kuasa dalam rantai produksi global untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil.
  3. Menilai dampak kebijakan perdagangan dan industri terhadap ketimpangan serta dinamika relasi kuasa dalam rantai produksi global untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil.

Struktur Organisasi

Roadmap Kelompok Riset

Roadmap ini dirancang sebagai peta jalan strategis untuk mentransformasikan kelompok riset menjadi pusat unggulan yang berpengaruh di tingkat nasional hingga regional ASEAN dalam isu integrasi UMKM ke dalam Rantai Nilai Global (Global Value Chains/GVC).

  • Tahun pertama difokuskan pada fondasi dan identitas sebagai penguatan internal kelompok riset. Melalui pengajuan hibah penelitian internal, tahun pertama difokuskan kepada penguatan kapasitas metodologis melalui pelatihan, koordinasi rutin, dan pengumpulan data UMKM di kota Surabaya. Tahun pertama juga akan difokuskan kepada studi pilot komparatif dengan universitas-universitas di Asia Tenggara yang menjadi partner program studi (MOU). 
  • Tahun kedua menandai fase Integrasi Lokal dan Inisiasi Pentahelix, di mana UMKM tidak lagi diposisikan semata sebagai objek penelitian, melainkan sebagai mitra strategis. Kelompok riset membentuk laboratorium lapangan di beberapa lokasi percontohan untuk mendorong kolaborasi langsung antara peneliti dan pelaku UMKM dalam mengidentifikasi hambatan produksi, distribusi, dan upgrading. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki dengan Lembaga Riset di Indonesia dan Jepang. 
  • Tahun ketiga, fokus bergeser pada Pengaruh Nasional dan Penguatan Kapasitas. Kelompok riset mulai menerjemahkan temuan riset menjadi layanan konkret melalui peluncuran GVC SME Helpdesk, sebuah layanan konsultasi berbasis riset untuk UMKM melau kolaborasi dengan Export Center Jawa Timur yang siap memasuki pasar ekspor-impor. Di sisi kebijakan, dilakukan studi evaluatif terhadap praktik-praktik kebijakan industri lokal, termasuk analisis dampak praktik rente, untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif dan efisien. Pengaruh nasional diperkuat melalui penyelenggaraan simposium nasional yang mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, dan pelaku usaha. 
  • Tahun keempat merupakan fase Ekspansi ASEAN dan Digitalisasi GVC. Kelompok riset memperluas jejaring ke tingkat regional dengan membangun kemitraan riset bersama universitas di negara-negara ASEAN, seperti Vietnam dan Thailand, guna melakukan studi komparatif integrasi UMKM dalam GVC. Untuk meningkatkan akses dan dampak, dikembangkan platform digital berupa dasbor GVC yang mampu melacak peluang pasar global secara real-time bagi UMKM. 
  • Tahun kelima menjadi puncak roadmap dengan fokus pada Kepemimpinan Regional dan Keberlanjutan. Kelompok riset bertransformasi menjadi Center of Excellence bertaraf ASEAN dalam studi rantai nilai global untuk UMKM. Unit konsultasi yang telah berjalan dimatangkan menjadi inkubator strategis yang secara nyata membantu UMKM menembus jaringan produksi global secara mandiri. Roadmap ini ditutup dengan penerbitan buku putih “Roadmap GVC untuk UMKM ASEAN 2030” sebagai warisan intelektual dan rujukan kebijakan jangka panjang.