Surabaya, 8 Oktober 2026 — Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, menyelenggarakan kuliah tamu mata kuliah Regionalisme dengan tema “China and the Future of East Asian Regionalism: Power, Cooperation, and Regional Integration” pada Kamis (8/10/2026), pukul 12.00 WIB, bertempat di Ruang Waristo, Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi, yaitu Ahmad Syaifuddin Zuhri, S.IP., LLM, selaku Director Sino-Nusantara Institute, serta Neola Hestu Prayogo, Ph.D., dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya. Kuliah tamu ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai dinamika regionalisme di Asia Timur, khususnya peran China dalam membentuk arah kerja sama, integrasi kawasan, dan tatanan regional di tengah perubahan politik dan ekonomi global.
Dalam pemaparannya, Ahmad Syaifuddin Zuhri membahas dinamika regionalisme di Asia Timur dengan menyoroti posisi China sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan. Melalui pertumbuhan ekonomi dan pengaruh strategisnya, China memiliki peran penting dalam mendorong kerja sama regional sekaligus memengaruhi arah integrasi kawasan. Pembahasan ini memberikan perspektif mengenai bagaimana kekuatan dan kepentingan nasional China berinteraksi dengan dinamika hubungan antarnegara di Asia Timur.
Sementara itu, Neola Hestu Prayogo, Ph.D. mengulas politik dan sistem pemerintahan China dengan menelusuri perkembangan sejarah negara tersebut hingga masa kepemimpinan Xi Jinping. Pemaparan ini memberikan landasan historis dan politik bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana perubahan sistem pemerintahan, kepemimpinan, serta arah kebijakan domestik China turut memengaruhi posisi dan perannya dalam hubungan internasional.
Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman mengenai hubungan antara dinamika politik domestik China dan perannya dalam regionalisme Asia Timur. Pemahaman terhadap karakteristik politik, kepentingan strategis, dan kapasitas ekonomi China menjadi penting untuk menganalisis perkembangan kerja sama regional, pola interdependensi antar negara, serta tantangan integrasi di kawasan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan konsep dan teori regionalisme yang dipelajari di kelas dengan dinamika empiris di kawasan Asia Timur. Selain itu, kehadiran narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai perkembangan China dan implikasinya terhadap masa depan regionalisme. Penyelenggaraan kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur untuk memperkaya proses pembelajaran melalui pertukaran pengetahuan, dialog akademik, serta keterlibatan para ahli dalam membahas isu-isu strategis hubungan internasional kontemporer.
