Guest Lecture Series: Upaya Migrant CARE dalam Penguatan Gerakan Masyarakat Sipil Indonesia terkait Pekerja Migran

Program Studi HI UPN “Veteran” Jawa Timur mengundang Executive Director of Migrant CARE sebagai invited speaker dalam kegiatan “Kuliah Tamu Series” melalui zoom meeting. Kegiatan kuliah tamu tersebut terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa aktif HI UPN “Veteran” Jawa Timur terutama yang mengambil Mata Kuliah Organisasi Internasional. Kuliah tamu ini ternyata tidak saja dihadiri oleh mahasiswa namun oleh khalayak umum yang tertarik dengan isu Pekerja Migran. Menyoal hal tersebut sesi kuliah tamu terakhir dari Kelas Organisasi Internasional ini mengusung tema ”Upaya Migrant CARE dalam Penguatan Gerakan Masyarakat Sipil Indonesia terkait Pekerja Migran”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026 sejak pukul 07.30-10.00 WIB dengan menghadirkan Bapak Wahyu Susilo, selaku Executive Director of Migrant CARE.

Sebagai pemateri dalam Kuliah Tamu terakhir dari Kelas Organisasi Internasional ini, Wahyu menyampaikan bahwa Migrant CARE merupakan non state actor yang hadir bukan untuk mensubtitusi peran pemerintah namun menjadi aktor yang hadir untuk sama-sama bekerja guna membantu pemerintah dalam isu Pekerja Migran Indonesia. Migrant CARE hadir dengan semangat untuk membuka ruang gerak bagi masyarakat sipil Indonesia. Keberadaan Migrant CARE fokus oada 4 hal utama yaitu Counseling, Advocacy, Research, dan Education (CARE). Hadirnya Migran CARE sejak 2004 dilandasi dengan semangat yang luar biasa untuk menjadi titik tengah antara akar rumput yakni para Pekerja Migran yang sebagian besar berasal dari desa dengan Pemerintah Desa. Akhirnya saat ini Migrant Care memiliki sebuah program yang tersebar di berbagai wilayah di antaranya Lembata, Flores Timur, Jember, Lombok Tengah, Banyuwangi, dan Indramayu untuk mengedukasi, konsleing, dan mengadvokasi para Pekerja Migran dan keluarga. Di sisi lain, peran dalam riset berkaitan dengan pengumpulan evidance based yang membantu proses pengambilan kebijakan di Migrant CARE kedepannya karena kebijakan yang baik hadir dari kajian-kajian yang berlandaskan pada Ilmu Pengetahuan.

Kehadiran Migrant CARE juga merupakan sebuah bentuk atau upaya dari pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada SDGs poin ke 8 yaitu Decent Work and Economic Growth yakni memiliki tujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif hingga memastikan pekerjaan yang produktif dan layak bagi semua orang. Pentingnya poin ini juga memberikan kesempatan kerja secara adil. Selain itu, fokus pada SDGs juga terlihat dalam SDGs 10 yaitu Reduced Inequalities (Berkurangnya Ketimpangan) dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan di dalam dan antarnegara dengan promosi inklusivitas. Selain itu, fokus dalam pemberdayaan kelompok-kelompok yang rentan dan pengurangan ketidaksetaraan dalam pendapatan. Terakhir pada SDGs 16 yaitu Peace, Justice, and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh). Pada tujuan SDGs ke-16 ini adalah untuk mendorong masyarakat yang damai, menyediakan akses terhadap keadilan untuk semua, dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan. Sehingga akan menguatkan sistem hukum yang adil dan memberantas praktik korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *