Program Studi Hubungan Internasional (HI) UPN “Veteran” Jawa Timur bekerja sama dengan International Office UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan “SDGs Talk” di Ruang Volunteer International Office Lantai 1, Twin Tower B UPN “Veteran” Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti mahasiswa aktif HI UPN “Veteran” Jawa Timur tersebut mengangkat tema “Epistemologi Selatan dalam Hubungan Internasional: Gender, Dekolonisasi, dan Ekofeminisme” dengan menghadirkan Elisabeth Dewi, dosen Magister Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan Bandung sebagai narasumber (27/2).
Dalam pemaparannya, Elisabeth Dewi menjelaskan bahwa kajian Hubungan Internasional selama ini masih banyak didominasi perspektif Barat, sehingga pengalaman dan pengetahuan dari negara-negara Global South kerap terpinggirkan. Melalui pendekatan epistemologi selatan, ia menekankan pentingnya menghadirkan perspektif alternatif yang lebih dekat dengan realitas sosial masyarakat di negara berkembang, khususnya terkait isu gender, lingkungan, dan ketimpangan global.
Ia juga memaparkan bahwa dekolonisasi pengetahuan menjadi langkah penting dalam pengembangan studi Hubungan Internasional. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari relasi kuasa yang selama ini membentuk cara pandang terhadap dunia internasional. Oleh karena itu, pendekatan dekolonial diperlukan untuk membuka ruang bagi pengalaman, nilai, dan pengetahuan lokal yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dalam diskursus akademik global.
Selain itu, pembahasan mengenai ekofeminisme turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Elisabeth Dewi menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan dan ketidakadilan gender memiliki keterkaitan erat karena keduanya sering kali lahir dari sistem eksploitasi yang sama. Perspektif ekofeminisme memandang bahwa perempuan dan alam sama-sama mengalami marginalisasi dalam struktur sosial dan ekonomi global, sehingga upaya pembangunan berkelanjutan perlu mempertimbangkan aspek keadilan gender dan keberlanjutan lingkungan secara bersamaan.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender, tujuan ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, serta tujuan ke-11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan. Melalui diskusi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa isu pembangunan global tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keberagaman perspektif dalam hubungan internasional.
Melalui SDGs Talk ini, Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur berharap mahasiswa dapat mengembangkan cara pandang yang lebih kritis, inklusif, dan reflektif dalam memahami dinamika global kontemporer.
