Prodi Hubungan Internasional Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum dan Penyusunan RPS Berbasis OBE

Program Studi Hubungan Internasional menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum dan Penyusunan RPS Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Grand Mercure Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan Bambang Wahyu Nugroho dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta M. Muttaqien dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga sebagai narasumber. Workshop diikuti oleh dosen dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan dunia kerja (12/8).

Dalam workshop tersebut, para narasumber menekankan pentingnya penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam penyusunan kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Pendekatan OBE dinilai mampu mendorong proses pembelajaran yang lebih terukur, terarah, dan berorientasi pada capaian kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri, perkembangan global, serta standar pendidikan tinggi nasional.

Bambang Wahyu Nugroho menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE memerlukan keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan, strategi pembelajaran, hingga metode evaluasi. Menurutnya, kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai pedoman akademik, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk kompetensi mahasiswa agar lebih adaptif terhadap dinamika global dan tantangan dunia profesional.

Sementara itu, M. Muttaqien menyoroti pentingnya inovasi dalam penyusunan RPS agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif, relevan, dan berpusat pada mahasiswa. Ia juga menekankan perlunya integrasi antara teori, praktik, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta terkait implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Prodi Hubungan Internasional berharap dapat memperkuat kualitas tata kelola akademik sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan dan kebutuhan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *