Program Studi HI UPN “Veteran” Jawa Timur mengundang Co-Founder sekaligus Director dari Thresher Shark Indonesia sebagai invited speaker dalam kegiatan “Kuliah Tamu Series” melalui zoom meeting. Kegiatan kuliah tamu tersebut terbuka untuk umum, selain diikuti mahasiswa aktif HI UPN “Veteran” Jawa Timur terutama yang mengambil Mata Kuliah Organisasi Internasional. Kuliah tamu ini ternyata tidak saja dihadiri oleh mahasiswa namun oleh khalayak umum yang tertarik dengan isu lingkungan terutama konservasi alam di kepulauan Indonesia (2/10).
Pada sesi kuliah tamu kedua ini mengusung tema ”Upaya Thresher Shark Indonesia dalam Penguatan ekosistem Alam dan Kemasyarakatan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026 sejak pukul 07.30-10.00 WIB dengan menghadirkan Rafid A. Shidqi, selaku Co-Founder sekaligus Director dari Thresher Shark Indonesia.
Sebagai pemateri dalam Kuliah Tamu kedua ini, Rafid menyampaikan bahwa semangat dalam memperjuangkan isu lingkungan terutama dalam menjaga ekosistem hiu tikus di Alor merupakan sebuah semangat yang lahir melalui keinginan untuk terus membawa keberlangsungan hidup yang adil bagi semua makhluk. Alor dan beberapa pulau di Timur Indonesia merupakan wilayah dengan potensi yang baik soal isu ini sehingga jika tidak dimanfaatkan secara optimal maka akan sangat disayangkan. Dengan didasari oleh semangat dan pengetahuan sebagai lulusan dari Ilmu Kelautan Universitas Jendral Soedirman maka Rafid akhirnya berani untuk terus melangkah. Peningkatan pengetahuan di sektor ini pun diimbangi dengan pemenuhan pendidikan magister di Institute of Marine Science, University of California, United Stated of America, dan saat ini Rafid Tengah aktif menjalani studi doktoral di Nicholas School of the environment, Duke University, United Stated of America sejak 2023.
Thresher Shark Indonesia, merupakan sebuat inisiatif baik yang hadir sejak tahun 2018 dengan tujuan utama untuk memitigasi kerentanan populasi hiu tikus baik populasi dan habitatnya dengan melibatkan komunitas lokal. Gerakan kolektif seperti ini merupakan upaya yang baik dalam mendorong keberlangsungan hidup yang ideal. Selain itu, keberadaan Thresher Shark Indonesia tidak saja semata dalam mendukung Gerakan koletif tetapi juga sebagai upaya dalam pemenuhan tujuan SDGs 14 yaitu Life Below Water serta sebagai upaya dalam membangun kerja sama global melalui SDGs 17 Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena pihak TSI aktif menggandeng pihak lokal atau global dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat dan perlindungan ekosistem laut beberapa di antaranya yaitu di Alor, Flores, maupun di Banda.
