Prodi HI UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar KARSA 2026, Dorong Pelestarian Budaya Berbasis Komunitas di Desa Pepelegi

Ditulis oleh: Walda Okvi Juliana Ningsih

SidoarjoMahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk KARSA (Kreasi Rasa dan Seni Nusantara). Kegiatan yang merupakan bagian dari Project Mata Kuliah Strategi dan Pelibatan Komunitas ini diselenggarakan pada Minggu, 14 Juni 2026 di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dengan menggandeng Komunitas Tari Omah Nduwur sebagai mitra sekaligus narasumber.

Mengusung semangat pelestarian budaya melalui perspektif Hubungan Internasional, kegiatan KARSA bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus instrumen diplomasi budaya Indonesia. Dalam kajian Hubungan Internasional, budaya merupakan salah satu bentuk soft power yang mampu memperkuat citra Indonesia di tingkat internasional. Oleh karena itu, pemberdayaan komunitas seni lokal menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada dunia.

Kegiatan ini menyasar anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga di Desa Pepelegi. Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, sambutan dari panitia, Program Studi Hubungan Internasional, dosen pengampu, serta perwakilan pemerintah desa. Acara kemudian dibuka dengan penampilan Tari Remo, dilanjutkan penyampaian materi mengenai sejarah, filosofi, dan nilai budaya Tari Remo oleh Komunitas Tari Omah Nduwur. Setelah sesi materi, peserta mengikuti berbagai permainan interaktif, workshop tari, hingga menampilkan hasil latihan mereka di akhir kegiatan.

Dalam sesi workshop, peserta tidak hanya mempelajari teknik dasar Tari Remo, tetapi juga memahami makna di balik setiap gerakannya. Tari Remo dikenalkan sebagai salah satu warisan budaya khas Jawa Timur yang mencerminkan semangat, keberanian, serta identitas masyarakat lokal. Melalui praktik secara langsung, peserta memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat apresiasi terhadap budaya daerah.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak, remaja, hingga ibu rumah tangga berpartisipasi aktif dalam setiap sesi, terutama saat workshop dan penampilan Tari Remo. Suasana semakin meriah melalui sesi permainan dan ice breaking yang berhasil menciptakan interaksi hangat antara mahasiswa dan masyarakat. Puncak acara ditandai dengan penampilan bersama hasil workshop, pemberian hadiah kepada kelompok terbaik, penyerahan sertifikat apresiasi kepada mitra, serta sesi dokumentasi bersama.

Melalui KARSA, mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur tidak hanya memperkenalkan konsep diplomasi budaya di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi bersama Komunitas Tari Omah Nduwur dan warga Desa Pepelegi menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkan seni tradisional Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus aset penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Sebagai penutup, seluruh peserta, panitia, dosen pendamping, mitra, dan masyarakat Desa Pepelegi mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol keberhasilan kolaborasi dalam upaya melestarikan budaya Nusantara. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan kebersamaan mahasiswa, warga, dan peserta workshop yang menjadi cerminan semangat gotong royong serta komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *