Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur kembali memperkuat kerja sama internasional melalui program International Credit Transfer (ICT) bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Terengganu, Malaysia. Program tersebut dilaksanakan pada periode perkuliahan gasal tahun akademik 2024/2025 dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester penuh di kampus UNISZA.
Kegiatan ini diikuti oleh enam mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur, yaitu Lintang Jingga Puri Islamy (HI 22), Ramadhani Gita Shafira (HI 22), Muhammad Irfan Fauzan Rachman (HI 22), Alvino Adian Denata (HI 23), Harits Wildansyah Karlin Sudianto (HI 23), dan Agila Dewi Sayrindra (HI 23). Para mahasiswa mengikuti program melalui skema pendanaan Kartu Indonesia Sehat (KISe) maupun pendanaan mandiri.
Selama menjalani program ICT, mahasiswa didampingi oleh Januari Pratama Nurratri T dari UPN “Veteran” Jawa Timur serta Dr. Suyatno dari pihak UNISZA. Program ini juga melibatkan mahasiswa dari UPN “Veteran” Yogyakarta dan Universitas Jember sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran lintas kampus dan lintas budaya.
Tidak hanya mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas, para mahasiswa juga memperoleh pengalaman akademik dan sosial secara langsung melalui berbagai aktivitas pendukung. Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain simulasi sidang internasional dan kunjungan ke camp pengungsi Rohingya di Malaysia. Kegiatan tersebut memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai isu-isu kemanusiaan, diplomasi, dan dinamika hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara.
Program ICT menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama yang telah lama terjalin antara Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur dengan UNISZA. Selain pertukaran mahasiswa, kedua institusi juga secara rutin menyelenggarakan konferensi internasional bersama setiap tahunnya sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan kolaborasi internasional.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta memperluas perspektif global yang relevan dengan perkembangan isu hubungan internasional saat ini.
