Program Studi Hubungan Internasional mengirim dosen dan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan International Student Mobility for Community Services di Kampung Gong Badak, Kuala Terengganu, Malaysia, pada 8–17 Oktober 2023. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi pendidikan sekaligus implementasi pengabdian kepada masyarakat lintas negara yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam dinamika sosial masyarakat regional ASEAN.
Kegiatan yang didampingi oleh Prihandono Wibowo selaku dosen Prodi Hubungan Internasional tersebut diikuti oleh mahasiswa Hubungan Internasional yang berangkat menuju Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya. Selama pelaksanaan program, mahasiswa tidak hanya menjalankan aktivitas pengabdian masyarakat, tetapi juga membangun interaksi sosial, pertukaran budaya, dan pengalaman kolaboratif bersama masyarakat setempat.
Mengusung tema community services, program ini dirancang untuk memperkuat sensitivitas sosial mahasiswa terhadap isu-isu pembangunan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Mahasiswa diajak memahami secara langsung bagaimana nilai gotong royong, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta interaksi lintas budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan komunitas yang berkelanjutan.
Selain menjadi ruang pembelajaran praktik lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas mahasiswa dalam diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy). Interaksi yang terjalin dengan warga lokal Malaysia membuka peluang bagi mahasiswa untuk memahami kedekatan sosial-budaya antarnegara ASEAN sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.
Program ini turut mencerminkan komitmen Prodi Hubungan Internasional dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami hubungan internasional secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kerja sama internasional melalui pengalaman nyata di lapangan.
Melalui kegiatan International Student Mobility for Community Services, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif global yang lebih luas, kemampuan adaptasi dalam lingkungan internasional, serta kepedulian sosial yang kuat terhadap masyarakat regional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk generasi muda yang mampu berkontribusi dalam penguatan kerja sama dan solidaritas di kawasan ASEAN.
